
Pengambilan Sumpah Apoteker Periode XII UNBL, Awal Pengabdian 80 Apoteker Baru untuk Masyarakat
Pengambilan Sumpah Apoteker Periode XII Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker Fakultas Farmasi Universitas Borneo Lestari berlangsung khidmat di Grand Maya by Artotel Banjarbaru pada Rabu, 13 Mei 2026. Momentum sakral tersebut menjadi tonggak awal pengabdian bagi 80 apoteker baru yang resmi mengemban tanggung jawab profesional di bidang kefarmasian.
Suasana haru dan bangga menyelimuti prosesi sumpah ketika para lulusan mengucapkan janji profesi sebagai bentuk komitmen dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat. Pengambilan sumpah ini turut dihadiri berbagai tokoh penting dari dunia pendidikan, organisasi profesi, hingga pemerintah daerah.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Yayasan Borneo Lestari, apt. Drs. H. A. Yanie, M.Si., Wakil Rektor I Universitas Borneo Lestari apt. Mochammad Maulidie Alfiannor Saputera, M.Farm., Dekan Fakultas Farmasi apt. Eka Fitri Susiani, M.Sc., serta Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker apt. Syahrizal Ramadhani, M.Clin.Pharm.
Turut hadir pula Wakil Ketua Kolegium Farmasi Prof. apt. Didik Setiawan, M.Sc., Ph.D., Kepala LLDIKTI Wilayah XI Dr. Drs. Muhammad Akbar, M.Si., Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan H. Budi Wahyudi, S.Sos., MPH., Sekretaris PD IAI Kalimantan Selatan apt. Jingga Septiandy, S.Far., Staf Ahli Walikota Bidang Pemerintahan, Pembangunan dan Kemasyarakatan Kemas Akhmad Rudi Indrajaya, S.Sos., M.Ap., serta sejumlah preseptor dari berbagai institusi pelayanan kesehatan.
Sebanyak 80 apoteker baru dengan predikat pujian resmi disahkan berdasarkan keputusan Dekan Fakultas Farmasi Universitas Borneo Lestari. Pada kesempatan tersebut juga diumumkan tiga apoteker terbaik, yaitu apt. Dewi Ayu Septiani, S.Farm. sebagai apoteker terbaik I, apt. Miyada Nur Ahnafani, S.Farm. sebagai apoteker terbaik II, dan apt. Vertirico Thong, S.Farm. sebagai apoteker terbaik III.
Dalam sambutannya, perwakilan apoteker baru apt. Dewi Ayu Septiani, S.Farm. menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas perjuangan panjang yang akhirnya mengantarkan mereka pada tahap pengambilan sumpah profesi.
“Hari ini adalah hari yang berbahagia bagi kami, hari dimana bukti dari tanggung jawab suatu studi dan hasil perjuangan kami melewati tahap demi tahap yang tidak mudah sampai di titik ini,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh proses pembelajaran, praktik, ujian, serta berbagai tantangan yang telah dilalui menjadi bekal penting dalam menjalankan profesi apoteker secara profesional dan penuh tanggung jawab.
Sementara itu, Wakil Ketua Kolegium Farmasi Prof. apt. Didik Setiawan, M.Sc., Ph.D. mengingatkan bahwa sumpah apoteker bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah akad profesional yang melekatkan hak dan kewajiban profesi kepada setiap apoteker baru.
“Kami lebih mengharapkan anda mengabdi untuk menyehatkan masyarakat Indonesia,” ungkapnya.
Kepala LLDIKTI Wilayah XI, Dr. Drs. Muhammad Akbar, M.Si. juga menekankan pentingnya keberanian dalam mengambil keputusan profesional berdasarkan kompetensi dan ilmu pengetahuan yang terus diperbarui.
Menurutnya, seorang apoteker harus mampu berkolaborasi lintas disiplin ilmu dan terus mengikuti perkembangan sains serta teknologi kesehatan agar mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Wakil Rektor I Universitas Borneo Lestari apt. Mochammad Maulidie Alfiannor Saputera, M.Farm. menyampaikan bahwa sumpah profesi merupakan awal pengabdian sekaligus titik awal untuk terus berkembang di dunia kerja.
Ia berpesan agar para apoteker baru selalu menjaga nama baik profesi dan almamater dengan menjadi tenaga kesehatan yang amanah, profesional, serta mengedepankan etika dan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Borneo Lestari apt. Drs. H. A. Yanie, M.Si. memberikan pesan mengenai pentingnya pembelajaran sepanjang hayat. Ia mendorong para apoteker baru untuk terus belajar, berpikir kreatif, dan mampu beradaptasi terhadap perkembangan zaman.
Beliau juga mengingatkan pentingnya karakter dan etika sebagai fondasi utama kesuksesan seorang tenaga profesional. Nilai integritas, adab, dan semangat untuk terus berkembang dinilai menjadi bekal penting dalam menjalankan profesi di masa depan.
Melalui Pengambilan Sumpah Apoteker Periode XII ini, Fakultas Farmasi Universitas Borneo Lestari kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak tenaga kefarmasian yang kompeten, beretika, dan siap memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia.
























