
Kuliah Umum Migrasi Aman dan Peluang Kerja Luar Negeri, Universitas Borneo Lestari Teken Kerja Sama dengan Menteri P2MI
Di tengah meningkatnya kebutuhan tenaga kerja terampil di berbagai negara, peluang karier internasional kini semakin terbuka bagi generasi muda Indonesia. Momentum tersebut menjadi sorotan dalam Kuliah Umum bertajuk “Migrasi Aman dan Peluang Kerja di Luar Negeri” yang menghadirkan Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Drs. H. Mukhtarudin, di Auditorium UNISKA MAB, Banjarmasin, Selasa (23/6/2026). Kegiatan yang juga disiarkan secara langsung melalui YouTube itu dirangkaikan dengan penandatanganan kerja sama antara Kementerian P2MI dan delapan perguruan tinggi di Kalimantan Selatan, termasuk Universitas Borneo Lestari.
Hadir dalam kegiatan tersebut Rektor Universitas Borneo Lestari, Dr. Ir. Neni Widaningsih, S.Pt., M.P., IPU., ASEAN Eng., Wakil Rektor I UNBL apt. Mochammad Maulidie Alfiannor Saputera, M.Farm., Wakil Rektor II UNBL Azmi Yunarti, S.Pi., M.Pd., serta Rektor UNISKA MAB, Prof. Dr. H. Mohammad Zainul, S.E., M.M., selaku tuan rumah.

Dalam sambutannya, Prof. Zainul menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menteri P2MI di Banjarmasin serta optimisme terhadap implementasi kerja sama yang telah disepakati.
“Kami menyampaikan ucapan selamat datang dan terima kasih kepada Bapak Menteri yang telah berkenan hadir di Banjarmasin. Semoga kerja sama melalui penandatanganan MoU dan PKS ini dapat terlaksana dengan baik sehingga peluang dan kesempatan bagi lulusan perguruan tinggi kami untuk bekerja di luar negeri semakin terbuka lebar,” ujarnya.
Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan Kementerian P2MI merupakan langkah strategis untuk memperluas akses lulusan menuju pasar kerja global. Kerja sama tersebut juga menjadi dorongan bagi institusi pendidikan untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar mampu memenuhi standar kompetensi internasional.


Selain penandatanganan nota kesepahaman, mahasiswa juga mendapatkan wawasan langsung mengenai migrasi aman, mekanisme bekerja di luar negeri secara prosedural, hingga peluang kerja yang tersedia di berbagai negara tujuan. Berdasarkan paparan Kementerian P2MI, saat ini terdapat lebih dari 234 ribu lowongan kerja luar negeri yang masih tersedia pada berbagai sektor, mulai dari kesehatan, manufaktur, hospitality, pertanian, hingga jasa profesional.
Menteri P2MI, Drs. H. Mukhtarudin, menegaskan bahwa kerja sama dengan perguruan tinggi merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem perlindungan pekerja migran Indonesia yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

“Perlindungan itu harus dilakukan sejak sebelum penempatan, saat penempatan, hingga setelah pekerja migran kembali ke tanah air. Karena itu diperlukan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, termasuk perguruan tinggi,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai mitra yang menyiapkan sumber daya manusia kompeten dan tersertifikasi sekaligus menjadi garda edukasi dalam mencegah migrasi nonprosedural. Melalui literasi yang tepat, mahasiswa dapat memahami jalur resmi bekerja di luar negeri sekaligus membantu menyebarkan informasi yang benar kepada masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Menteri Mukhtarudin juga meninjau Migrant Center UNISKA yang berfungsi sebagai pusat layanan informasi bagi mahasiswa dan masyarakat terkait peluang kerja internasional, pendidikan vokasi, serta proses migrasi yang aman dan legal. Kehadiran Migrant Center di lingkungan kampus diharapkan mampu memperkuat kesiapan lulusan dalam menghadapi persaingan global.
Kerja sama yang ditandatangani mencakup berbagai ruang lingkup strategis, seperti pertukaran data dan informasi, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, pengembangan Migrant Center, pelaksanaan penelitian dan inovasi, hingga harmonisasi kompetensi calon pekerja migran Indonesia sesuai kebutuhan pasar kerja global.


Antusiasme mahasiswa terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Dalam sesi diskusi, peserta aktif mengajukan pertanyaan mengenai persyaratan bekerja di luar negeri, peluang karier internasional bagi lulusan perguruan tinggi, hingga bentuk perlindungan yang diberikan pemerintah kepada pekerja migran Indonesia.
Bagi Universitas Borneo Lestari, partisipasi dalam kerja sama ini menjadi wujud komitmen untuk mendukung pengembangan talenta global yang kompeten, berdaya saing, dan memahami pentingnya migrasi aman. Melalui sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah, lulusan tidak hanya memperoleh akses yang lebih luas terhadap dunia kerja internasional, tetapi juga dibekali pengetahuan, keterampilan, dan perlindungan yang memadai dalam membangun karier di tingkat global.






