
Workshop Roadmap Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UNBL 2026: Perkuat Tridharma Menuju Daya Saing Global
Langkah besar menuju kampus berdaya saing global dimulai dari perencanaan yang terarah. Itulah semangat yang terasa kuat di Auditorium Universitas Borneo Lestari saat para dosen berkumpul dalam Workshop Penyusunan dan Pembuatan Roadmap Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Senin (23/2/2026). Kegiatan ini bukan sekadar agenda akademik rutin, melainkan strategi konkret untuk memperjelas arah penelitian dan pengabdian demi mewujudkan visi besar institusi.
Workshop ini dilaksanakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Borneo Lestari dan dihadiri langsung oleh Rektor Universitas Borneo Lestari, Dr. Ir. Neni Widaningsih, S.Pt., M.P., IPU., ASEAN Eng., serta menghadirkan narasumber Prof. Dr.sc.agr. Ir. Didik Sulistyanto, Konsultan Riset Kemristek/BRIN dan pengabdian masyarakat perguruan tinggi negeri maupun swasta se-Indonesia. Seluruh dosen Universitas Borneo Lestari mengikuti kegiatan ini secara luring di auditorium maupun daring melalui Zoom Meeting.
Dalam sambutannya, Rektor menegaskan bahwa workshop ini menjadi momen penting untuk memperkuat pelaksanaan tridharma perguruan tinggi. Perguruan tinggi, katanya, tidak hanya berkewajiban menyelenggarakan pendidikan, tetapi juga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat secara terstruktur, terukur, dan berdampak nyata.
“Penelitian dan pengabdian dilaksanakan untuk meningkatkan dan mengembangkan IPTEKS, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan daya saing bangsa,” ujar Rektor. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyusunan roadmap penelitian dan pengabdian masyarakat yang selaras dengan visi, misi, tujuan, dan sasaran Universitas Borneo Lestari.
Secara umum, roadmap LPPM UNBL telah tersedia dan mengacu pada visi menjadi perguruan tinggi yang profesional, berdaya saing, serta berbasis kearifan lokal Kalimantan. Target capaian global ditetapkan pada 2042. Namun, Rektor menekankan bahwa capaian tersebut harus dipersiapkan jauh sebelum tenggat waktu. Karena itu, penyusunan roadmap penelitian dosen berbasis bidang keilmuan menjadi kebutuhan mendesak.
Masalah yang dihadapi selama ini bukan pada ketiadaan visi, melainkan pada kebingungan dosen dalam menerjemahkan arah penelitian dan pengabdian sesuai disiplin ilmu masing-masing. Workshop ini hadir sebagai solusi. Dosen didorong menyusun peta jalan penelitian yang jelas, terintegrasi, dan tetap mengacu pada visi institusi.
Narasumber memberikan pemaparan strategis mengenai penyusunan roadmap yang sistematis. Ia menjelaskan bahwa roadmap bukan sekadar dokumen formal, melainkan instrumen perencanaan jangka panjang yang harus memiliki indikator capaian, tahapan pengembangan, serta luaran yang terukur. Dengan roadmap yang kuat, penelitian tidak berjalan sporadis. Pengabdian masyarakat pun menjadi lebih terarah.
Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid, sehingga memungkinkan partisipasi maksimal dari seluruh dosen. Format ini menunjukkan adaptasi institusi terhadap perkembangan teknologi sekaligus komitmen memperluas akses kolaborasi akademik.
Melalui workshop roadmap penelitian dan pengabdian masyarakat ini, Universitas Borneo Lestari berharap seluruh dosen memiliki arah yang jelas dalam berkarya. Tujuannya sederhana namun strategis: penelitian dan pengabdian tidak hanya selesai sebagai laporan, tetapi memberi dampak positif nyata bagi masyarakat serta memperkuat daya saing kampus di tingkat nasional dan internasional.



































