
Balai Bahasa dan UNBL Kolaborasi Gelar Workshop Kemahiran Berbahasa untuk Tenaga Kependidikan
Universitas Borneo Lestari menggelar Workshop Peningkatan Kemahiran Berbahasa Indonesia melalui Pelatihan Penulisan Surat Resmi pada Jumat, 28 November 2025, di Aula Universitas Borneo Lestari. Kegiatan ini menghadirkan Rizki Amalia, S.Pd, Penyuluh Bahasa dari Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan, sebagai narasumber utama. Workshop dibuka oleh Wakil Rektor 2 Bidang Keuangan dan Sumber Daya, Ibu Azmi Yunarti, S.Pi., M.Pd. dan diikuti oleh seluruh tenaga kependidikan UNBL.
Workshop ini bertujuan meningkatkan kemampuan peserta dalam menulis surat yang baku, efektif, serta sesuai kaidah kebahasaan yang berlaku. Keterampilan menulis surat merupakan kompetensi dasar yang memengaruhi kualitas layanan administrasi, sehingga UNBL menilai penyegaran pengetahuan ini perlu dilakukan secara berkala.
Kalimat sederhana juga digunakan untuk memudahkan pemahaman. Misalnya: “Surat harus jelas, ringkas, dan tepat sasaran.” Namun, kegiatan ini juga mengulas struktur kalimat yang lebih kompleks untuk menunjukkan bagaimana koherensi, ketepatan laras bahasa, dan kesejajaran bentuk dapat memengaruhi profesionalitas sebuah dokumen resmi.
Dalam pemaparannya, narasumber menyampaikan sejumlah masalah umum dalam penulisan surat dinas yang masih sering ditemukan pada instansi pendidikan maupun pemerintahan. Beberapa di antaranya meliputi penggunaan huruf dan tanda baca yang tidak sesuai kaidah EYD, pilihan data yang kurang cermat, penggunaan istilah tidak baku, hingga bentuk pemerincian yang tidak logis. Selain itu, banyak surat dinas yang masih memakai kalimat terputus-putus, laras bahasa yang keliru, dan bentuk surat yang kurang efektif.
Narasumber juga menekankan konsep kalimat efektif. Sebuah kalimat harus dimulai dengan subjek yang jelas, memiliki predikat yang tegas, serta mengikuti prinsip paralelisme. Peserta juga diingatkan untuk tidak menggunakan kata bersinonim secara bersamaan dalam satu kalimat, seperti “agar supaya”, karena hal itu dapat mengurangi keefektifan bahasa.
Selama sesi praktik, peserta diminta memperbaiki beberapa contoh surat dinas yang telah disiapkan panitia. Latihan ini membuat peserta lebih mudah memahami kesalahan-kesalahan yang sering terjadi dan bagaimana memperbaikinya berdasarkan kaidah penulisan yang tepat.
Dengan terselenggaranya workshop ini, UNBL berharap seluruh tenaga kependidikan mampu menerapkan penulisan surat yang baku dan profesional dalam setiap kegiatan administrasi. Hal tersebut bukan hanya meningkatkan kualitas layanan internal kampus, tetapi juga memperkuat citra lembaga di mata publik.























