
Seminar Internasional 2025 Bahas Sinergi Ilmu Kesehatan, Hukum, dan Transformasi Digital untuk Pembangunan Komunitas Berkelanjutan
Seminar Internasional 2025 dengan tema “Synergy of Health Sciences, Legal Frameworks, and Digital Transformation for Sustainable Community Development” resmi diselenggarakan pada 27 November 2025 melalui platform Zoom, sementara panitia terpusat di Auditorium Universitas Borneo Lestari. Kegiatan akademik berskala global ini berhasil menarik perhatian peserta dari berbagai disiplin ilmu karena topiknya relevan dengan perkembangan dunia kesehatan, teknologi digital, dan kebijakan hukum modern.
Sinergi Ilmu Kesehatan dan Kerangka Hukum di Era Digital
Acara dibuka dengan paparan mendalam dari Lena Hanifah, SH., LL.M., Ph.D (Indonesia) yang membawa materi “Legal Framework for Child Protection and Leadership in the Digital Era”. Ia menegaskan bahwa regulasi yang kuat tidak hanya melindungi anak di ruang digital, tetapi juga membentuk karakter pemimpin masa depan yang adaptif terhadap teknologi.
Inovasi Gizi, Pendidikan Kesehatan, dan Transformasi Digital
Narasumber kedua, Dr. Kara Angelica Benavente, RND., MPA., DPA (Filipina), memaparkan “Nutrition Innovation and Health Education for Community Well-Being”. Ia menjelaskan bahwa inovasi di bidang nutrisi perlu diintegrasikan dengan pendidikan kesehatan agar masyarakat mampu membangun pola hidup berkelanjutan.
Selanjutnya, Prof. Dr. Mogana Sundari Rajagopal (Malaysia) memfokuskan materinya pada “Digital Transformation in Health Management and Education”. Transformasi digital, menurutnya, bukan sekadar penggunaan teknologi, tetapi perubahan paradigma dalam cara institusi kesehatan dan pendidikan menjalankan fungsinya.
Ilmu Laboratorium dan Inovasi Layanan Kesehatan Publik
Pemahaman teknis turut diperdalam oleh Dr. Noor Faradilla (Malaysia) melalui materi “Introduction to Medical Laboratory and Immunopathology”, yang memberikan wawasan penting mengenai peran laboratorium dalam mendukung diagnosis kesehatan yang akurat.
Narasumber terakhir, Dr. Sajal Sen (India), menyampaikan topik “Transforming Public Healthcare Through Digital and Operational Innovation”. Ia menjelaskan bagaimana inovasi operasional berbasis digital mampu mempercepat pelayanan kesehatan publik, terutama di negara berkembang.
Seminar ini meliputi empat fokus utama, yaitu Pharmacy, Nutrition and Hospital Administration, Medical Laboratory Science, serta Education, Economics, Guidance and Counseling, Social, Political, and Islamic Studies. Dengan cakupan yang luas, kegiatan ini menjadi platform penting bagi akademisi dan praktisi untuk berbagi pengetahuan lintas negara.
Melalui kolaborasi multiprofesi dan perspektif global, seminar internasional ini memperkuat pemahaman bahwa pembangunan komunitas berkelanjutan hanya dapat tercapai melalui sinergi ilmu kesehatan, regulasi hukum, dan inovasi digital yang terus berkembang.



























