
Wisuda ke-7 Universitas Borneo Lestari Kukuhkan 27 Lulusan Sarjana Farmasi Berintegritas
Toga hitam dan senyum bangga memenuhi Auditorium Universitas Borneo Lestari pada Selasa, 14 April 2026. Di tengah suasana khidmat tersebut, sebanyak 27 mahasiswa Program Studi Sarjana Farmasi kelas Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) resmi dikukuhkan dalam Wisuda ke-7 Universitas Borneo Lestari. Prosesi ini bukan hanya penutup perjalanan akademik, tetapi juga awal dari pengabdian para lulusan kepada masyarakat melalui ilmu farmasi yang telah mereka pelajari.
Prosesi wisuda tersebut mengusung tema “Mengukuhkan Lulusan Berintegritas melalui Implementasi Penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi.” Tema ini menegaskan komitmen universitas dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan tanggung jawab sosial.
Acara ini dihadiri oleh Ketua Yayasan Borneo Lestari, apt. Drs. H. Akhmad Yanie, M.Si, jajaran pengurus yayasan, serta senat universitas yang dipimpin Ketua Senat apt. Rahmi Muthia, M.Si. Turut hadir Rektor Universitas Borneo Lestari Dr. Ir. Neni Widaningsih, S.Pt., M.P., IPU., ASEAN Eng, bersama para wakil rektor, dekan fakultas, serta sivitas akademika.
Dalam sambutannya, Rektor Universitas Borneo Lestari menyampaikan rasa bangga atas keberhasilan para mahasiswa menyelesaikan studi mereka. Ia menegaskan bahwa kelulusan ini merupakan bentuk tanggung jawab universitas dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas bagi bangsa dan negara.
“Pada hari ini kami dengan penuh kebanggaan mempersembahkan 27 lulusan Program Studi Sarjana Farmasi kelas RPL. Lulusan ini merupakan salah satu wujud karya utama Universitas Borneo Lestari sekaligus bentuk kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa,” ujarnya.
Rektor juga menekankan bahwa integritas merupakan fondasi utama bagi lulusan perguruan tinggi. Menurutnya, lulusan yang berintegritas bukan hanya memiliki kemampuan akademik yang baik, tetapi juga memiliki nilai kejujuran, tanggung jawab, serta konsistensi antara perkataan dan tindakan.
Universitas Borneo Lestari sendiri terus berkomitmen memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui penguatan riset dan inovasi, universitas berupaya menghadirkan solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Ketua Yayasan Borneo Lestari apt. Drs. H. Akhmad Yanie, M.Si menyampaikan apresiasi kepada para wisudawan serta keluarga yang telah mendukung proses pendidikan hingga tahap kelulusan. Ia juga menjelaskan bahwa yayasan terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan di universitas.
Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai pembangunan telah dilakukan. Pada tahun 2023, universitas membangun gedung klinik sebagai sarana praktik mahasiswa sekaligus layanan kesehatan masyarakat serta auditorium yang representatif. Pada tahun 2024, pembangunan laboratorium terpadu dilakukan untuk menunjang kegiatan praktikum sesuai standar. Kemudian pada tahun 2025 hingga 2026, pembangunan gedung rektorat beserta fasilitas pendukungnya terus dilengkapi.
Selain itu, Ketua Yayasan juga memberikan pesan moral kepada para lulusan. Ia menekankan pentingnya memiliki jiwa yang tenang, sikap santun dalam berbicara, serta kemampuan membangun hubungan sosial yang baik di masyarakat.
Melalui wisuda ini, Universitas Borneo Lestari berharap para lulusan mampu membawa nama baik almamater serta berkontribusi secara nyata di tengah masyarakat. Para alumni juga diharapkan tetap menjaga hubungan dengan universitas melalui ikatan alumni, sehingga sinergi antara kampus dan lulusan dapat terus terjalin untuk kemajuan bersama.
Wisuda ke-7 ini menjadi bukti bahwa pendidikan tinggi bukan sekadar menghasilkan gelar. Lebih dari itu, pendidikan adalah proses membentuk karakter, integritas, dan tanggung jawab sosial bagi generasi penerus bangsa.
Dan bagi 27 lulusan Sarjana Farmasi Universitas Borneo Lestari, perjalanan baru itu kini resmi dimulai.















