
Pelatihan P2MW dan Kewirausahaan di Universitas Borneo Lestari Tingkatkan Daya Saing Proposal Bisnis Mahasiswa
Suasana Auditorium Universitas Borneo Lestari pada Kamis, 2 April 2026, tampak berbeda dari biasanya. Puluhan mahasiswa berkumpul dengan penuh antusias, membawa ide bisnis, catatan, dan harapan untuk menembus program kewirausahaan nasional yang kompetitif. Hari itu bukan sekadar pelatihan biasa, melainkan momentum penting bagi mahasiswa yang ingin membawa gagasan bisnis mereka naik ke level yang lebih serius melalui Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW).
Kegiatan Pelatihan Pembuatan dan Review Proposal P2MW serta Pelatihan Kewirausahaan ini diinisiasi oleh Tim Wakil Rektor III Bidang Inkubator Bisnis Universitas Borneo Lestari. Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor III, apt. Depy Oktapian Akbar, M.Farm., mahasiswa peserta P2MW, serta sejumlah dosen pembimbing yang turut memberikan dukungan akademik bagi pengembangan ide bisnis mahasiswa.
Pelatihan ini menghadirkan narasumber nasional di bidang kewirausahaan mahasiswa, yaitu Dr. Wisnu Sakti Dewobroto, MSc, CIP, CBEE. Ia dikenal sebagai akademisi, praktisi bisnis, sekaligus pakar kewirausahaan di Indonesia yang saat ini menjabat sebagai Wakil Rektor III di Podomoro University serta aktif sebagai reviewer nasional Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha.
Dalam sesi pemaparannya, Dr. Wisnu menekankan bahwa proposal bisnis yang baik tidak hanya sekadar ide menarik, tetapi harus memiliki struktur yang kuat dan berbasis kebutuhan pasar. Ia menjelaskan enam komponen utama dalam menyusun proposal P2MW yang berpotensi lolos pendanaan, yaitu tujuan mulia bisnis, identifikasi konsumen potensial, produk inovatif, strategi pemasaran, kesiapan sumber daya, serta perencanaan keuangan, traction, dan monetisasi.
Menurutnya, ide bisnis mahasiswa harus mampu menunjukkan nilai tambah yang jelas. Proposal tidak cukup hanya kreatif. Proposal harus realistis, memiliki pasar, dan menunjukkan peluang berkembang.
Ia juga menjelaskan bahwa sektor usaha dalam P2MW sangat beragam, mulai dari industri kreatif dan budaya, jasa, pariwisata dan perdagangan, manufaktur dan teknologi terapan, hingga bisnis digital yang kini berkembang pesat di kalangan generasi muda.
Selain itu, Dr. Wisnu membagikan beberapa tips penting agar proposal mahasiswa memiliki peluang lebih besar untuk lolos seleksi P2MW. Tips tersebut antara lain memastikan kelengkapan seluruh kriteria penilaian, mempelajari matriks penilaian secara detail, aktif berkomunikasi dengan dosen pembimbing, serta memberikan usaha terbaik dalam setiap tahap penyusunan proposal.
Tidak hanya fokus pada penyusunan proposal bisnis, kegiatan ini juga menghadirkan sesi Pelatihan Kewirausahaan yang disampaikan oleh Rahmat Maidiyanto, S.IP., M.IP., Kepala UPTD Kebun Raya Banua. Dalam pemaparannya, ia memperkenalkan konsep Green Entrepreneurship, yaitu pengembangan usaha berbasis potensi keanekaragaman hayati dan ekowisata.
Rahmat menjelaskan bahwa Indonesia memiliki kekayaan alam yang luar biasa dan belum sepenuhnya dimanfaatkan sebagai sumber inovasi bisnis berkelanjutan. Oleh karena itu, mahasiswa didorong untuk mengembangkan usaha yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga memiliki dampak positif terhadap lingkungan dan masyarakat.
Konsep kewirausahaan hijau ini membuka peluang baru bagi mahasiswa untuk menciptakan bisnis yang berkelanjutan, inovatif, dan relevan dengan isu global seperti konservasi lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, Universitas Borneo Lestari menunjukkan komitmennya dalam membangun ekosistem kewirausahaan kampus yang kuat. Pelatihan ini tidak hanya memberikan pengetahuan teknis tentang penyusunan proposal P2MW, tetapi juga membekali mahasiswa dengan perspektif bisnis yang lebih luas.
Dengan bimbingan narasumber berpengalaman serta dukungan dosen pembimbing, diharapkan mahasiswa mampu menghasilkan proposal bisnis yang kompetitif dan berdaya saing tinggi di tingkat nasional. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mendorong lahirnya wirausaha muda dari lingkungan perguruan tinggi.










