
UNBL Gelar Penyamaan Persepsi dan Sosialisasi KKN-PPM 2026, Siapkan Mahasiswa untuk Berkontribusi di Tanah Laut
Sebelum turun langsung ke tengah masyarakat, mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Borneo Lestari (UNBL) terlebih dahulu menyatukan langkah. Persamaan pemahaman menjadi penting karena keberhasilan program pengabdian tidak hanya ditentukan oleh ide yang baik, tetapi juga oleh koordinasi, kedisiplinan, dan kemampuan membaca kebutuhan masyarakat.
Semangat tersebut menjadi bagian dari kegiatan Penyamaan Persepsi dan Sosialisasi Kegiatan KKN-PPM UNBL 2026 yang dilaksanakan di Aula Universitas Borneo Lestari, Kamis (23/7/2026). Kegiatan ini diikuti oleh Ketua Pelaksana KKN-PPM UNBL 2026, Muhammad Meftah Mafazy, M.Kom., Ketua Yayasan Borneo Lestari, apt. Drs. H. A. Yanie, M.Si., seluruh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), serta mahasiswa peserta KKN-PPM UNBL Tahun Akademik 2026/2027.

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari persiapan teknis dan akademik sebelum mahasiswa menjalankan program KKN-PPM di Kabupaten Tanah Laut. Berdasarkan pedoman pelaksanaan, KKN-PPM UNBL 2026 akan dilaksanakan di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Batu Ampar, Panyipatan, dan Takisung, dengan cakupan 31 desa. Pelaksanaan lapangan dijadwalkan berlangsung selama satu bulan, yakni pada 3 hingga 31 Agustus 2026.
Kegiatan penyamaan persepsi bersama DPL menjadi sesi pertama. Forum ini bertujuan memastikan seluruh dosen pembimbing memiliki pemahaman yang selaras mengenai mekanisme pelaksanaan, pembimbingan, pengawasan, program kerja, hingga evaluasi KKN-PPM. Kehadiran Ketua Yayasan Borneo Lestari turut memperkuat koordinasi kelembagaan dalam mendukung pelaksanaan kegiatan.
Sementara itu, sesi kedua diisi dengan sosialisasi kepada mahasiswa peserta KKN-PPM UNBL 2026. Mahasiswa mendapatkan penjelasan mengenai tahapan kegiatan, ketentuan pelaksanaan, program kerja, pembagian peran, sistem penilaian, serta penyusunan laporan.
KKN-PPM tahun akademik 2026/2027 mengusung tema “Desa Sehat Berdaya: Inovasi Layanan Kesehatan dan Pemberdayaan Ekonomi Lokal melalui Praktik KKN Mahasiswa Universitas Borneo Lestari.” Tema tersebut menjadi landasan bagi mahasiswa dalam merancang program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Setiap kelompok diwajibkan menyelesaikan dua program kerja wajib dan dua program tambahan yang disesuaikan dengan kondisi desa.
Salah satu program kerja wajib dari universitas adalah sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UNBL. Selain itu, mahasiswa juga melaksanakan program yang diarahkan oleh program studi masing-masing serta program tambahan berdasarkan hasil diskusi bersama DPL dan masyarakat. Program tersebut dapat mencakup bidang pendidikan, kewirausahaan, kemanusiaan, maupun kesehatan.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa tidak hanya dituntut untuk menjalankan program. Mereka juga diharapkan mampu membangun kerja sama dengan masyarakat, pemerintah setempat, dan mitra kerja. Karena itu, KKN-PPM dirancang sebagai proses pembelajaran di luar kampus yang mempertemukan pengetahuan akademik dengan realitas sosial. Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kerja sama, kepemimpinan, serta kepedulian terhadap persoalan masyarakat.
Selain pelaksanaan program, aspek administrasi dan evaluasi juga menjadi perhatian. Penilaian KKN-PPM mencakup General Test, Laporan Rencana Kegiatan, disiplin, kerja sama, penghayatan, pelaksanaan program, Laporan Pelaksanaan Kegiatan, dan responsi. Seluruh komponen tersebut dirancang untuk mengukur tidak hanya hasil program, tetapi juga proses dan sikap mahasiswa selama berada di lokasi KKN-PPM.
Dengan terlaksananya penyamaan persepsi dan sosialisasi ini, seluruh pihak diharapkan memiliki pemahaman yang sama sebelum pelaksanaan KKN-PPM dimulai. Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memastikan program berjalan terarah, terukur, dan memberikan manfaat nyata.








