
Helmina Wati, Dosen Universitas Borneo Lestari Raih Apresiasi Dosen Berdampak 2025 dari Kemdiktisaintek
Universitas Borneo Lestari menjadi saksi sebuah momentum penting dalam dunia pendidikan tinggi di Kalimantan: kunjungan sekaligus apresiasi dari program Program Dosen Berdampak 2025 yang digagas oleh Kemdiktisaintek melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Apresiasi ini diberikan kepada apt. Hj. Helmina Wati, M.Sc., dosen Fakultas Farmasi UNBL, yang ditemani rektor, serta pimpinan yayasan.
Tema utama acara ini menyoroti dua aspek: dedikasi dosen dan kontribusi nyata riset terhadap masyarakat. Helmina Wati bersama timnya apt. Eka Fitri Susiani, M.Sc. dan Ibrahim Rully Effendy, S.Kom., M.M. telah menjalankan riset pada tanaman kalakai (Stenochlaena palustris), tumbuhan khas Kalimantan yang diketahui memiliki kandungan zat besi tinggi dan berpotensi membantu mengurangi risiko stunting pada anak. Lokasi riset berada di Desa Sungai Besar, Karang Intan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, sejak 2024 hingga kini dengan hasil berupa produk serbuk kalakai yang dapat dikonsumsi untuk menjaga kesehatan.
Dalam sambutannya, D.Sc.(Tech) Imam Santoso, S.T., M.Phil., sebagai dosen inspiratif dan penggagas Gerakan Dosen Berdampak, menegaskan bahwa kegiatan seperti ini penting agar karya dosen tidak hanya berada di laboratorium, tetapi menjadi kisah yang bisa tersebar luas, menginspirasi mahasiswa dan masyarakat. Lebih lanjut ia menyatakan harapannya bahwa jurusan Farmasi di UNBL makin dikenal secara nasional melalui riset dan pengabdian seperti ini.
Sementara itu, Fidella Marwa Huwaida, Tenaga Ahli Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Helmina dan UNBL. Program Dosen Berdampak hadir sebagai bagian dari strategi Kemdiktisaintek untuk memastikan perguruan tinggi tidak hanya melahirkan lulusan unggul, tetapi juga menciptakan solusi nyata bagi pembangunan bangsa.
Rektor UNBL, Dr. Ir. Neni Widaningsih, S.Pt., M.P., IPU., ASEAN Eng., dan Ketua Yayasan Borneo Lestari, apt. Drs. H. A. Yanie, M.Si., menegaskan komitmen institusi untuk terus mendukung dosen-dosen yang “berdampak” yaitu yang aktif melakukan riset dan pengabdian masyarakat yang menyentuh persoalan nyata, seperti stunting, yang masih menjadi tantangan di Kalimantan Selatan.
Dari aspek riset, pendekatan Helmina dan tim tidak hanya mengangkat kekayaan lokal tetapi juga mengintegrasikan ilmu farmasi, produksi serbuk siap konsumsi, dan pemberdayaan masyarakat Desa Sungai Besar. Dengan demikian, riset ini menjadi contoh konkret dari paradigma “kampus sebagai simpul pertumbuhan ekonomi dan sosial”, salah satu fokus utama Program Dosen Berdampak.
Tak kalah penting, acara ini diliput oleh konten kreator dan media kampus guna mengangkat kisah inspiratif tersebut agar viral dan menjangkau generasi muda. Imam Santoso mengajak agar cerita tentang dosen di Kalimantan dapat tampil di media sosial dan mendorong mahasiswa untuk melihat profesi dosen sebagai jalan mulia yang dapat berdampak.
Dengan apresiasi ini, UNBL dan Helmina Wati telah menunjukkan bahwa di wilayah Kalimantan pun terdapat karya riset dunia akademik yang relevan secara sosial. Program ini bukan hanya “penghargaan” semata, melainkan momentum agar pengajaran, penelitian, dan pengabdian yang dilakukan oleh dosen benar-benar terasa manfaatnya oleh masyarakat. Bahkan, ini menjadi ajakan bagi perguruan tinggi lain untuk bergerak bukan hanya secara teoritis, tetapi operasional menghasilkan produk, memberdayakan desa, dan memecahkan persoalan nyata.
Bagi mahasiswa, staf, dan civitas akademika UNBL, momen ini menjadi pengingat: bahwa seorang dosen berdampak berarti lebih dari sekadar mengajar. Ia melakukan riset yang relevan, menghubungkan hasilnya dengan masyarakat, mengemasnya menjadi produk yang bisa digunakan, dan membagikannya ke publik. Ke depan, kita berharap lebih banyak “cerita berdampak” seperti ini dosen dan kampus yang tidak hanya “bergerak” tetapi “mengubah”.
































Tag:Akhmad Yanie UNBL, Apresiasi Dosen Inspiratif, BORLES, Diktisaintek 2025, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Dosen Berdampak 2025, Dosen Berprestasi Nasional, Dosen Inspiratif Indonesia, Dosen UNBL, Eka Fitri Susiani UNBL, Fakultas Farmasi UNBL, Farmasi Borles, Farmasi UNBL, Gizi dan Zat Besi, Helmina Wati UNBL, Ibrahim Rully Effendy UNBL, Inovasi Farmasi, Inovasi Lokal Kalimantan, Inovasi untuk Masyarakat, Kalimantan Selatan, Kampus Berdampak, Kemdiktisaintek, Kesehatan Anak, Neni Widaningsih UNBL, Pemberdayaan Desa, Pencegahan Stunting, Pendidikan dan Riset Berkelanjutan, Pendidikan Tinggi Indonesia, Penelitian Perguruan Tinggi, Pengabdian Masyarakat, PMB UNBL, Produk Herbal Kalimantan, Riset Tanaman Kalakai, UNBL, Universitas Borneo Lestari



