
Pembukaan PBL Gizi Masyarakat Program Studi Sarjana Gizi UNBL Tahun Akademik 2025/2026
Suasana Aula Universitas Borneo Lestari pada Senin pagi, 19 Januari 2026, terasa berbeda. Mahasiswa Program Studi Sarjana Gizi semester 7 berkumpul dengan antusias dalam Pembukaan Praktik Belajar Lapangan (PBL) Gizi Masyarakat Tahun Akademik 2025/2026, sebuah momentum penting yang menandai dimulainya perjalanan mereka dari ruang kelas menuju dunia kerja nyata. Kegiatan ini menjadi tonggak strategis Universitas Borneo Lestari dalam membekali calon tenaga gizi dengan pengalaman lapangan yang aplikatif, kontekstual, dan relevan dengan tantangan kesehatan masyarakat saat ini.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan strategis, mulai dari unsur pimpinan universitas, fakultas, mitra kesehatan daerah, hingga seluruh mahasiswa Program Studi Sarjana Gizi semester 7 yang akan mengikuti PBL. Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kerja Sama UNBL, apt. Mochammad Maulidie Alfianor Saputera, M.Farm, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan dan Sains Teknologi, Hj. Eny Hastuti, S.KM., M.Pd., M.PH, serta Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, dr. Juhai Triyanti Agustina, M.MKes.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor I menegaskan bahwa PBL Gizi Masyarakat merupakan wadah strategis bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman kerja nyata di lapangan. PBL tidak hanya memperkuat pemahaman teori yang telah dipelajari di bangku kuliah, tetapi juga melatih keterampilan komunikasi, kerja sama tim, serta kemampuan adaptasi mahasiswa dalam menghadapi permasalahan kesehatan masyarakat yang kompleks dan dinamis.
Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan dan Sains Teknologi, Hj. Eny Hastuti, S.KM., M.Pd., M.PH, menjelaskan bahwa mahasiswa akan ditempatkan di berbagai puskesmas mitra, antara lain Puskesmas Sungai Ulin, Sungai Besar, Rawat Inap Cempaka, Banjarbaru Utara, Banjarbaru Selatan, Guntung Manggis, Guntung Payung, Landasan Ulin, Landasan Ulin Timur, hingga Liang Anggang. Penempatan ini bertujuan agar mahasiswa memperoleh pengalaman lapangan yang merata dan kontekstual.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara perguruan tinggi dan fasilitas pelayanan kesehatan. Kolaborasi ini dinilai penting dalam mendukung peningkatan kualitas layanan gizi masyarakat sekaligus menyiapkan tenaga gizi yang profesional, beretika, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Melalui kegiatan Praktik Belajar Lapangan Gizi Masyarakat UNBL, universitas berharap mahasiswa tidak hanya lulus secara akademik, tetapi juga memiliki kesiapan mental, kompetensi praktis, serta kepekaan sosial yang tinggi sebagai calon tenaga kesehatan di masa depan.
























